WELCOME

Monday, October 28, 2013

pengenalan dan pelatihan dasar mikrotik router


Berbagi Ilmu Kali ini tentang "Pengenalan Dan Pelatihan Dasar Mikrotik Router.  ^_^

 
PENGENALAN DAN PELATIHAN DASAR
MIKROTIK ROUTER
  1. Sejarah MikroTik

Dalam dunia router, mesin yang berfungsi mengarahkan alamat di Internet, Cisco merupakan nama yang sudah tidak diragukan lagi. Tetapi di dunia lain, nama Mikrotik, yang berbentuk software, lumayan dikenal sebagai penyedia solusi murah untuk fungsi router, bahkan kita dapat membuat router sendiri dari komputer rumahan.
Untuk negara berkembang, solusi Mikrotik sangat membantu ISP atau perusahaan-perusahaan kecil yang ingin bergabung dengan Internet. Walaupun sudah banyak tersedia perangkat router mini sejenis NAT, dalam beberapa kondisi penggunaan komputer dan software Mikrotik merupakan solusi terbaik. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah orang Amerika yang berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanik di sekitar tahun 1995.
Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Molcova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Ketika saya menanyakan berapa jumlah pelanggan yang dilayaninya saat ini, Arnis menyebut antara 10 sampai 20 pelanggan saja, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Padahal dengan wireless di Jogja dan Bandung saja, kemungkinan besar mereka sudah kalah bersaing.
Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.
Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 – 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.
Ketika ditanya siapa saja pesaing Mikrotik, Arnis tersenyum dan enggan mengatakannya. Sewaktu saya simpulkan tidak ada pesaing, Arnis dengan sedikit tertawa menyebut satu nama yang memang sudah lumayan terkenal sebagai produsen perangkat keras khusus untuk teknologi W-LAN, yaitu Soekris dari Amerika. Tujuan utama mereka berdua adalah membangun software untuk routing, sementara kebutuhan akan perangkat keras juga terus berkembang, sehingga akhirnya mereka membuat berbagai macam perangkat keras yang berhubungan dengan software yang mereka kembangkan.


Semangat Mikrotik ini agak berbeda dari kebanyakan perusahaan sejenis di Amerika, karena mereka berkonsentrasi di pengembangan software lalu mencari solusi di hardware-nya dengan mengajak pihak ketiga untuk berkolaborasi. Dan kita dapat melihat ragam perangkat yang mereka tawarkan menjadi semakin banyak, mulai dari perangkat yang bekerja di frekwensi 2,4GHz dan 5,8GHz sampai ke interface dan antena.
Keahlian Mikrotik sebetulnya di perangkat lunak routernya, karena terlihat mereka berjualan perangkat W-LAN dengan antena omni yang sangat tidak dianjurkan pemakaiannya di dunia W-LAN, karena sangat sensitif terhadap gangguan dan interferensi. Walaupun punya tujuan yang sangat jelas, yaitu mendistribusikan sinyal ke segala arah sehingga merupakan solusi murah.
Kepopuleran Mikrotik menyebar juga ke Indonesia. Pertama kali masuk tahun 2001 ke Jogja melalui Citraweb oleh Valens Riyadi dan kawan-kawan, lalu meluas menjadi satu solusi murah untuk membangun ISP, terutama yang berbasis W-LAN. Kebetulan sekali, Jogja merupakan salah satu kota di Indonesia yang populasi pemakaian W-LAN-nya terbesar kalau dibandingkan luas daerahnya.
Keberhasilan Mikrotik me-routing dunia merupakan satu contoh, bahwa kita semua mampu membantu calon pemakai Internet untuk masuk ke dunia maya, terutama membantu membangun infrastrukturnya.
Sumber : mikrotik.co.id

2. Sekilas Mikrotik

Mikrotik sekarang ini banyak digunakan oleh ISP, provider hotspot, ataupun oleh pemilik warnet. Mikrotik OS menjadikan computer menjadi router network yang handal yang dilengkapi dengan berbagai fitur dan tool, baik untuk jaringan kabel maupun wireless.
Dalam tutorial kali ini penulis menyajikan pembahasan dan petunjuk sederhana dan simple dalam mengkonfigurasi mikrotik untuk keperluan-keperluan tertentu dan umum yang biasa dibutuhkan untuk server/router warnet maupun jaringan lainya, konfirugasi tersebut misalnya, untuk NAT server, Bridging, BW manajemen, MRTG dll.
Versi mikrotik yang penulis gunakan untuk pelatihan ini adalah MikroTik routeros 3.30

3. JENIS – JENIS MIKROTIK

MikroTik RouterOS, adalah versi MikroTik dalam bentuk perangkat lunak yang dapat diistall pada komputer rumahan (PC) melalui CD. Anda dapat mendonlot file MikroTik RouterOS dari website resminya MikroTik, www.mikrotik.com. Tapi file ini cuma versi trial MikroTik yang hanya dapat digunakan dalam waktu 24 jam aja. Untuk dapat menggunakannya secara full time, anda harus membeli lisensi key dengan catatan satu lisensi key hanya untuk satu harddisk.
Built In Hardware MikroTik, merupakan Mikrotik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal MikroTik RouterOS. Untuk versi ini, lisensi sudah termasuk dalam harga router board Mikrotik.

4. FITUR – FITUR MIKROTIK


Address List, Pengelompokan IP address berdasarkan nama.
Asynchronous, Mendukung serial PPP dial-in/dialout, dengan otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports.
Bonding, Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi yang cepat.
Bridge, Mendukung fungsi bridge spanning tree, multiple bridge interface, bridge firewalling.
Data Rate Management, QoS berbasis HTB dengan penggunaan busrt, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer.
DHCP, Mendukung DHCP tiap antar muka; DHCP relay; DHCP client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases.
Firewall and NAT, Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP flags dan MSS.
Hotspot, Hotspot gateway dengan otentifikasi RADIUS. Mendukung limit data rate, SSL, HTTPS.
IPSec, Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellman groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkripsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-129, AES-256; Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2, 5.
ISDN, Mendukung ISDN dial-in/dial out. Dengan otentikasi PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.
M3P, Mikrotik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet.
MNDP, Mikrotik Discovery Neighbor Protocol, juga mendukung Cisco Discovery Protocol (CDP).
Monitoring/Accounting, Laporan traffic IP, log, statistik graphs yang dapat diakses melalui HTTP.
NTP, Network Time Protokol untuk server dan client; sinkronisasi menggunkan system GPS.
Point to Point Tunneling Protocol, PPTP, PPPoE dan L2TP Access Concentrators; protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi dan laporan RADIUs; enkripsi MPPE; kompresi untuk PpoE; Limit data rate.
Proxy, Cache untuk FTP dan HTTP proxy server; HTTPS proxy; transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOKCS; mendukung parent proxy; statik DNS.
Routing, Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
SDSL, Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.
Simple Tunnels, Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).
SNMP, Mode akses read only.
Synchronous, V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC; Frame Relay line protocol; ANSI-617d (ANDI atau annex D) dan Q933a (CCIT atau annex A); Frame Relay jenis LMI.
Tool, Ping; Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dinamic DNS update.
UpnP, Mendukung antar muka universal Plug and Play.
VLAN, Mendukung Virtual LAN IEEE802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging.
VOIP, Mendukung aplikasi voice over IP.

VRPP, Mendukung Virtual Router Redudant Protocol.
Winbox, Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi MikroTik RouterOS. 

5. INSTALASI MOKROTIK OS

Persiapan Instalasi
MikroTik RouterOS sudah banyak mendukung berbagai macam driver hardware. Jadi apabila anda seorang pendatang baru atau pemula, tidak perlu khawatir jika komponen perangkat keras anda tidak didukung MikroTik. Sebelum melakukan instalasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, anatara lain :
Kebutuhan Perangkat Keras
CPU dan motherboard, yaitu generasi Intel, Cyrix 6X86, AMD K5 atau sekelasnya, tidak mendukung multi prosesor, mendukung arsitektur keluarga i386 dengan PCI lokal bus.
RAM, minimal 32 MB maximum 1 GB aja
HARDISK ATA/IDE dengan ruang kosong minimal 64 MB. Tidak mendukung USB, SCSI, RAID, sedangkan hardisk SATA hanya pada legacy access mode. Mendukung flash dan microdrive dengan syarat terkoneksi menggunakan antarmuka ATA.
Media Instalasi
Media instalasi MikroTik antara lain :
1. CD based instalation.
2. Full network based instalation.
Instalasi MikroTik
Perhatikan, jangan menginstal MikroTik pada komputer kesayangan anda yang berisi data-data penting. Karena sistem operasi ini akan membuat satu partisi dari seluruh kapasitas harddisk sehingga seluruh partisi yang ada pada harddisk akan dijadikan satu, lalu diformat total oleh MikroTik.
Instal MikroTik pada komputer lain yang statusnya bukan komputer utama. Alternatif lain jika anda hanya mempunyai satu komputer gunakan program VMware. Vmware adalah program aplikasi sejenis emulator yang dikhususkan untuk membangun sistem operasi yang bersifat maya. Dengan kata alain, sistem operasi di dalam sistem operasi. Dengan Vmware, anda dapa menginstal sistem operasi MikroTik pada sistem operasi Windows, misalnya, tanpa mempengaruhi sistem operasi Windows tersebut.
Untuk instalasi sebaiknya menggunakan metode CD Based Installation karena metode inilah yang paling mudah dan paling cepat untuk proses instalasi. Selain itu, penggunaan CDROM sedah menjadi hal yang umum dikalangan orang banyak atau anda yang sedang belajar MikroTik.
Berikut langkah-langkah menginstal MikroTik melalui CD:
  • Donlot file iso MikroTik (± 14MB) dari website resmi MikroTik.
  • Jalankan perangkat lunak untuk menulis ke CD, misal Nero Express versi 9.
  • Nyalakan komputer anda kemudian masuk ke Bios. Seting bios dengan konfigurasi firs boot pada CDROM drive.
  • Masukkan CD MikroTik pada CD Drive anda.
    Berikut adalah tampilan ketika sistem booting dari CD-ROM.
     
Setelah booting, muncul menu pilihan paket yang akan diinstal satu persatu dengan menekan “spacebar”. Untuk memilih semua paket gunakan tombol “a”, tekan “m” untuk pilihan paket minimum, tekan “r” untuk menginstal remote router. Atau tekan “q” kalo ingin membatalkan
proses instalasi.
Untuk memudahkan instalasi, gunakan metode tekan tombol “a” kemudian “I”.

Kemudian akan muncul pesan seperti ini :
Do you want to keep old configuration ? [y/n] : n (Konfirmasi utk menyimpan konfigurasi lama)
Jika sebelumnya pada komputer sudah terinstal MikroTik, anda dapat menyimpan konfigurasi lama dengan menekan tombol [y] atau tekan [n] untuk menghapus konfigurasi lama.
Warning : all data on the disk will erased !
Continue? [y/n] : y
Anda diharuskan untuk menjawab [y] untuk meneruskan instalasi atau [n] untuk membatalkan.
Jika konfirmasi di atas disetujui, sistem akan melakukan instalasi sesuai dengan paket yang dipilih.
Creating partition…………
Formatting disk………
bla…bla…bla…
Sistem akan meminta untuk reboot komputer setelah proses instalasi telah selesai. Sebelum me-reboot komputer, ambil terlebih dahulu CD MikroTik yang terdapat pada CD Drive anda.
Setelah reboot, MikroTik akan melakukan konfigurasi sistem secara otomatis.
Selanjutnya akan muncul menu user login. Gunakan user admin untuk login dengan password kosong (tidak diisi), akhiri dengan menekan tombol Enter. 

6. SETTING MIKROTIK SEBAGAI GATEWAY INTERNET

Untuk setting mikrotik ada 2 cara yang bisa digunakan, yaitu dengan cara text mode ( command prompt) dan melalui tampilan grafis dengan menggunakan winbox. Untuk pelatihan ini lebih mudah jika kita menggunakan winbox.

Untuk mendapatkan winbox, kita bisa download pada web mikrotik yg telah kita install dengan cara mengetik alamat IP mikrotik kita pada browser. Setelah itu akan tampil halaman seperti berikut:

 
Selanjutnya klik pada gambar winbox. Setelah selesai download, jalankan winbox tadi lalu isi login dengan “admin” dan password kosongi saja karena kita belum megganti password.


Setelah itu kita akan masuk ke halaman utama winbox.


 
Nah setelah itu kita baru bisa setting mikrotik kita sesuai kebutuhan, sesuai judul pada bagian ini, kita akan mensetting mikrotik untuk gateway internet.

Langkah 1:

Kita setting NAT dari mikrotik. Network Address Translation atau yang lebih biasa disebut dengan NAT adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan.

Klik menu ip Firewall lalu klik tab NAT
 
Setelah itu klik tanda + pada tab menu NAT tersebut maka akan tampil halaman berikut:

 
Isi src address dengan network publik atau ether1 dan out interface pilih ether2. Dengan logika bahwa semua jaringan yang masuk melalui ether 1 akan di keluarkan melalui ether2 yakni jaringan klien baru yang akan kita bangun. Setelah itu klik tab Action dan pilih masquarade. Fungsi masquarade ini adalah agar ip yang masuk melaui ether 1 dianggap satu jaringan dengan ether 2 begitu juga sebaliknya. Setelah selesai klik tombol Apply. Ulangi langkah diatas untuk network ether 2 dengan out interface ether 1.

Langkah 2:

Setting route dengan klik menu ip Routes
Pastikan bahwa gateway dari mikrotik sudah terisi dengan ip sumber internet.jika belum maka klik tanda + lalu isi gateway dengan IP internet(bisa modem atau router lain yang menyalurkan internet).lalu klik Apply.
 
Setelah itu, langkah terakhir kita setting dns dari ISP yang kita gunakan supaya bisa mengakses internet dengan cara klik menu IP DNS klik setting isi servers dengan dns dari ISP.


Ok selesai, kita tinggal test dengan mengakses internet.

7. SETTING MIKROTIK SEBAGAI BANDWIDTH LIMITER

Mikrotik juga dapat digunakan untuk bandwidth limiter (queue) . Untuk mengontrol mekanisme alokasi data rate.
Secara umum ada 2 jenis manajemen bandwidth pada mikrotik, yaitu simple queue dan queue tree. Silahkan gunakan salah satu saja.

Simple queue:
Misal kita akan membatasi bandwidth client dengan ip 192.168.0.3 yaitu untuk upstream 64kbps dan downstream 128kbps
Setting pada menu Queues>Simple Queues

Queue tree
Klik menu ip>firewall>magle




Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:
Pada tab General:
Chain=forward,
Src.address=192.168.0.3 (atau ip yg ingin di limit)
Pada tab Action :
Action = mark connection,
New connection mark=client3-con (atau nama dari mark conection yg kita buat)
Klik Apply dan OK

Buat rule lagi dengan parameter sbb:
Pada tab General: Chain=forward,
Connection mark=client3-con (pilih dari dropdown menu)
Pada tab Action:
Action=mark packet,
New pcket Mark=client3 (atau nama packet mark yg kita buat)
Klik Apply dan OK

Klik menu Queues>Queues Tree

 
Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:

Pada tab General:
Name=client3-in (misal),
Parent=public (adalah interface yg arah keluar),
Paket Mark=client3 (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),
Queue Type=default,
Priority=8,
Max limit=64k (untuk seting bandwith max download)
Klik aplly dan Ok

Buat rule lagi dengan parameter sbb:
Pada tab General:
Name=client3-up (misal),
Parent=local (adalah interface yg arah kedalam),
Paket Mark=client3 (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),
Queue Type=default,
Priority=8,
Max limit=64k (untuk seting bandwith max upload)
Klik aplly dan Ok

Perbedaan dari kedua metode limit bandwith diatas adalah :
Queue Simple = melimit bandwith per ip
Queue Tree = melimit bandwidth lebih dari 1 ip (melimit keseluruhan)

kasus: misal bandwidth total yg kita miliki 1 mb
jumlah client : 4

Jika memakai Queue Simple :
1 client misal dikasih bandwidth 256kbps (meskipun yang online satu orang tetap dia mendapat bandwidthnya 256kbps) (cocok untuk game online)


Jika memakai Queue Tree:
Apabila yang online 4 orang maka bandwidth akan dibagi rata 1mbps/4 = 256kbps , apabila yang online hanya 1 orang maka 1mbps/1 =1mbps (kurang cocok untuk dipakai game online)

  • Limit IP Otomatis Queue Tree Dengan Script
Contoh kasus : Anda ingin membuat queue tree dari semua IP Address, dari 192.168.1.2 – 192.168.1.254. Anda bisa bayangkan seberapa jenuhnya membuat mangle dan queue tree satu-satu.
Bersama modul ini kita manfaatkan fungsi script di Mikrotik, ketik perintah – perintah dibawah ini dengan menggunakan terminal, caranya klik menu New Terminal pada winbox.

Script – Mangle

Pertama kita mark packet untuk UPLOAD dari semua IP Address yang ada :
:for x from=2 to=254 do={ /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address="192.168.1.$x" action=mark-packet new-packet-mark="U_PC_$x" passthrough=no }

Sedikit penjelasan script diatas :
Kita buat variable “x” dri 2-254, dalam src-address kita input class IP yang kita punya di ikuti variable yang kita buat. Trus kita mark-packet dengan nama “U_PC_$x” $x akan otomatis terisi variable yang kita buat yaitu dari 2-254
Kedua kita mark packet untuk DOWNLOAD dari semua IP Address yang ada :
:for x from=1 to=254 do={ /ip firewall mangle add chain=postrouting src-address="192.168.1.$x" action=mark-packet new-packet-mark="D_PC_$x" passthrough=no }

Perubahannya hanya pada chain dan nama paket, konsepnya sama kyk diatas

Script – Queue Tree

Sekarang kita buat top parent pada queue tree untuk digunakan mangle diatas :
/queue tree add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 max-limit=256k name=Upload packet-mark="" parent=WAN priority=8 queue=default;
/queue tree add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 max-limit=1024k name=Download packet-mark="" parent=LAN priority=8 queue=default;

Untuk “max-limit” sesuaikan dengan total bandwidth yang anda terima dari ISP, harus sama atau kurang dari total bandwidth. Jangan lebih karena queue tidak akan berjalan baik. Untuk “parent” sesuaikan dengan nama interfaces di mikrotik anda.
Lanjut kita buat script otomatis yang akan membuat queue masing-masing IP pada top parent di atas
:for x from=1 to=254 do={/queue tree add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=32k max-limit=256k name="U_PC_$x" packet-mark="U_PC_$x" parent=Upload priority=8 queue=default }
:for x from=1 to=254 do={/queue tree add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=128k max-limit=1024k name="D_PC_$x" packet-mark="D_PC_$x" parent=Download priority=8 queue=default }

Untuk limit-at dan max-limit setiap IP Address anda bisa sesuaikan sesuai kebutuhan

khirnya mangle atau queue akan terbuat otomatis dari IP 192.168.1.2 – 192.168.1.254 dengan menjalankan script diatas, ga perlu satu-satu soalnya capee donk !

8. SETTING MIKROTIK SEBAGAI DNS SERVER

Taukah anda bahwa ketika kita browsing dengan mengakses google misalnya, kita tinggal mengetik google.com pada browser kita, tetapi sebenarnya yang kita akses adalah IP dari server google. Bayangkan apabila kita harus menghafal IP seluruh website yang hendak kita akses, bisa kriting otak kita, maka dengan dns server kita tidak perlu menghafal IP melainkan cukup menghafal nama domain yang lebih muda kita ingat seperti google.com tadi, atau umsida.ac.id dan seterusnya.
Ok g usah banyak cincong, langsung aj kita action.
Langkah 1 :
Klik menu IP DNS klik tanda + lalu isi name dengan alamat yg kita inginkan, misalnya aslab.umsida.ac.id dan isi Address dengan alamat IP server tujuan.




Lalu klik Apply.


Langkah 2 :
Klik setting tetap di halaman DNS, lalu isi servers dengan ip mikrotik kita, dan selanjutnya isi dengan dns ISP.

Dan centang Allow Remote Requests, kalo selesai klik Apply.


Dari sini langkah pembuatan dns server sudah selesai, tapi untuk bisa digunakan kita harus setting dns server di masing – masing klien. Capek donk... jangan khawatir, ada cara agar kita tidak perlu setting satu per satu pada klien. Langkahnya adalah
Klik IP Firewall NAT lalu klik tanda +
 
si chain dengan dstnat, protokol dengan tcp, dst port dengan 53(port dns) setelah itu klik action dan isi action dengan dst-nat, to address dengan ip mikrotik kita, lalu to ports dengan 53(port dns)
Setelah itu klik Apply.
Selesai...

9. SETTING ROUTER SEBAGAI HOTSPOT SERVER

Hotspot saat ini sudah menjadi trend di berbagai kawasan. Mulai dari rumah sakit, hotel, mall dan bahkan warung di pinggir jalan pun sudah mulai menggunakannya. Tujuan dari di pasangnya servis hotspot adalah untuk memanjakan pengunjung serta bisa mempermudah terkoneksi dengan internet di manapun dan kapanpun.
Kalau 2 tahun lalu masih marak hotspot berbayar di tempat umum, maka dewasa ini rata-rata hotspot sudah free sebagai fasilitas di area tersebut, Salah satu system yang saat ini sering dipakai untuk mengoperasikannya adalah mikrotik. Berikut ini saya jelaskan step by step cara setting hotspot mikrotik.
Langkah pertama adalah ikuti langkah pada tulisan ini tapi tanpa menggunakan proses NAT. Selanjutnya adalah setting interface hotspot pada menu Ip hotspot server setup (ikuti langkahnya dengan menekan tombol Next sampai setup hotspot succes.





Setelah berhasil setting hotspot mikrotik, saatnya kita membuat user hotspot beserta limit waktu (up time) pada user tersebut, Langkahnya adalah masuk ke menu Ip hotspot-user.

contoh gambar diatas, saya telah membuat user password sebagai berikut. User adalah terserah dan passwordnya juga terserah dengan limit waktu konek (uptime) misalnya 2 jam,kalo kita ingin melimit waktu akses pada klien kita.
Dengan demikian ketika klien akan mengakses internet maka harus mengisi username dan password terlebih dahulu seperti berikut:


Ok cukup sampai sini dulu gan, sebenarnya masih banyak lagi yang akan saya sampaikan, berhubung dibatasi waktu, jadi saya akhiri sampai disini. Sebagai informasi saja selain settingan2 diatas masih ada lagi seperti membuat proxy server, blok situs dan lain2.

SEMOGA BERMANFAAT......!!



1 comments: